Sunday February 5 2012
Menjaring Investor Timur Tengah

Barusan aku ke Al Fardan Exchange yang ada di Najma, pas di belakang Gulf Cinema. Belakangan memang lebih sering ke sana, karena parkirnya yg tidak sulit, karena di belakang Gulf Cinema banyak ruang untuk parkir.

Tetapi yang ingin aku bahas di sini bukan masalah pengiriman uang, tetapi "temuanku" selama ngantri di sana. Sambil ngantri, mataku lihat kanan kiri sambil membaca iklan dan brosur yang ada di sana.

Kemudian mataku tertuju kepada sekumpulan pamflet yang bentuknya berbeda dengan yang lain. Ternyata itu adalah pamflet yang menjual apartemen di Manila, Philipina. Memang sebagian yang mengantri di jalur itu adalah warga Philipina. Dan ternyata si agen penjual apartemen sudah berpikir out of the box. Mereka tidak hanya memasarkan apartemennya di negara asalnya, tetapi juga kepada expat-expat mereka yang ada di luar negeri.

Aku pun teringat akan sebuah email yang aku terima minggu lalu tentang jualan apartemen di Jakarta yang diforward oleh seorang teman. Aku pikir memang sudah saatnya para pengembang Indonesia juga mulai mengiklankan properti mereka ke expat-expat Indonesia yang berada di luar negeri. Aku yakin, expat-expat itu juga punya keinginan untuk menabung dan berinvestasi agar jerih payahnya selama di luar negeri tidak sia-sia.

Apalagi biasanya pada bulan Juni-Juli mereka akan pulang ke Indonesia untuk berlibur, membawa keluarga ke kampung halaman. Tentu saja banyak ide untuk menanamkan uang mereka di negara asal dan salah satu investasi yang cukup banyak diminati adalah sektor properti. Bagi para pengembang, sebenarnya ini adalah low hanging fruit yang bisa dengan mudah memberikan keuntungan.

No votes yet

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.