Reply to comment
Emas Sebagai Investasi
Submitted by Nana on Tue, 16/03/2010 - 19:50
Investasi dan menabung adalah suatu cara menyimpan daya beli uang untuk masa depan. Tapi pada saat situasi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini, pilihan menabung sering memberikan dilema bagi kita. Alih2 kita bisa menikmati uang yang kita simpan di hari tua, ternyata daya beli yang kita simpan dalam bentuk uang itu sudah menguap – tanpa kita pernah bisa menikmatinya. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah inflasi. Inflasi tak ubahnya seperti perampok yang menggrogoti uang kita, tanpa pernah dihukum. Sementara return yang diberikan bank (baik itu dalam bentuk syariah maupun konvensional) hampir tidak pernah diatas angka inflasi. Apalagi uang kitapun masih dipotong biaya pengelolaan plus jasa transfer yang bisa dikutip langsung dari nasabah. Kalau saldo yang kita miliki dibawah saldo minimal dan dibiarkan begitu saja. Kita tinggal menunggu rekening ini akan tertutup secara otomatis.
Idealnya investasi yang kita lakukan adalah di sektor riil, karena selain memberikan margin yang lumayan besar, juga bisa menggerakkan roda perekonomian. Tapi sayang, tidak setiap orang memiliki modal dan kemampuan untuk itu. Sebenarnya ada beberapa pilihan investasi yang bisa menaklukan laju inflasi. Tapi hanya dua yang benar2 mampu menaklukan inflasi secara konsisten setiap saat, betapapun tingginya inflasi tersebut, yaitu emas dan properti.
Emas dan property adalah merupakan alat pelindung asset yang paling ampuh dari gerusan inflasi. Nilainya tidak pernah turun, dan laju kenaikannnya selalu diatas inflasi. Keduanya sangat efektif sebagai investasi jangka panjang. Tapi berbeda dengan property yang kurang liquid bila dibutuhkan sewaktu-waktu, emas justru sebaliknya, sangat liquid, lebih mudah dicairkan kapanpun kita membutuhkan. Dan seperti kata Mahathir Mohammad “Tidak ada seorangpun yang mau menjual emas dibawah harga pasar”.
Sebagai salah sarana investasi, emas memberikan keuntungan yang stabil dan nilainya akan selalu naik. Modal yang diperlukan juga tidak perlu besar seperti halnya kalau kita membeli properti. Setiap bulanpun kita bisa menyisihkan dari penghasilan kita, dan ibu-ibu biasanya yang paling jago untuk urusan yang seperti ini. Makanya bagi para bapak, jangan keburu marah, bila ibu2nya bolak balik ke toko perhiasan........he....he....yang ini bukan pesan sponsor lho.
Pilihan Investasi Emas
Berinvestasi emas bisa dilakukan dalam berbagai macam pilihan. Yang paling popular mungkin adalah dalam bentuk perhiasaan. Sebagai perhiasaan, emas juga memberikan utilitas –manfaat bagi pemiliknya. Hanya yang perlu diperhatikan adalah ongkos pembuatannya. Semakin rumit proses pengerjaannya, semakin besar pula biaya yang dibebankan kepada konsumen. Biasanya untuk yang “mass production”dikenakan labor cost sebesar QAR 7 - 11 untuk yang hand made berkisar QAR 10 – 15, yang high fashion, seperti Manthura bisa mencapai QAR25 -30. Biaya ini akan dibebankan pada saat membeli, tapi pada saat kita ingin menjualnya, toko tidak akan mau menanggungnya. Makanya investasi dalam bentuk perhiasan ini oleh para ahli, tidak disarankan dalam jangka pendek.
Emas juga biasa diperoleh dalam bentuk batangan atau sering disebut juga Bullion Gold Bars. Kadar emas batangan yang diperjualbelikan adalah 22 karat atau hampir 24 karat. Namun biasanya standard untuk gold bars yang diperlakukan VAT Free Investment adalah antara 23.88 sampai dengan 23.9976. Ada 40 produsen yang memiliki akreditasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Untuk pilihan berat, disediakan bervariasi, dari mulai 0.25 troy ounce sampai 12.5 kilogram (London Good Delivery Bar). Kalau di Qatar, biasanya dalam satuan tola. Bentuk bars inilah yang dianggap paling ideal untuk dijadikan pilihan investasi. Kapanpun dan dimanapun kita ingin menjual, nilainya akan mengikuti standard internasional yang berlaku.
Dinar Emas adalah mata uang yang dipergunakan secara umum pada jaman kejayaan Islam. Uang Dinar ini dalam bentuk koin 22 karat dengan berat 4.25 gram. Dinar Islam ini dicetak oleh Islamic Mint diseluruh dunia dengan mengikuti standard internasional yang dibuat oleh World Islamic Trading Organization (WITO). Dengan makin berkembangnya ekonomi syariah sekarang ini, koin Dinar ini mulai banyak dijadikan alternative investasi. Sayangnya saya belum mengetahui dimana untuk mendapatkan koin Dinar di Qatar.
Koin emas merupakan salah satu pilihan yang paling diminati oleh investor. Kadarnya sama dengan emas batangan, 22 karat atau yang hampir 24 karat. Tersedia dalam beberapa pilihan berat, dari 1/10 ounce sampai 1 ounce . Biasanya semakin kecil sizenya, harganya akan makin premium. Koin emas selain memiliki nilai intrinsik, juga memiliki nilai ekstrinsik. Semakin langka, semakin diburu, pun harganya akan semakin mahal. Koin2 koleksi yang terkenal diantaranya seri Krugerrand, Maples, Eagles, Britannia, Panda dll. Qatar sendiri pernah menerbitkan koin koleksi ini pada saat Asian Games 2006 yang lalu.
Bentuk investasi emas lainnya adalah, melalui kepemilikan sertifikat emas (GAP-gold accumulation plan), kepemilikan saham mining company, exchange trade fund atau produk gold derivative lainnya. Hanya pilihan investasi ini, kurang begitu dikenal, karena selain membutuhkan keahlian tersendiri, dana yang lumayan besar ,juga jangkauannnya over counter around the world. Biasanya hanya diperdagangkan di pusat stock market dunia seperti COMEX atau London Stock Exchange.
At last, semua pilihan ada pada kita. Mau kita kemanakan “hasil kerja keras”, tergantung pada kepentingan dan pertimbangan masing-masing. Tapi mudah2an dengan bertambahnya pengetahuan, kita akan lebih bijaksana dalam mengelola. Tidak ada kata terlambat. Yang terpenting, ibarat pepatah “ Biarkan gajah sama gajah berperang, jangan kita, pelanduk mati ditengah”.


